Wednesday, December 24, 2014

Anak-Anak lebih kuat daripada Orang Dewasa


Rasanya dulu aku lebih kuat waktu masih anak-anak dibanding saat ini.
Dulu aku aktif bermain.
Tidak butuh tidur siang tapi masih bisa lari kesana kemari.
Kalau disuruh tidur siang justru malah kesal.
Ku ingat dulu aku tiap hari bermain bola mulai jam 3 siang sampai jam 6 sore tanpa diganti.
Kalau diganti kesal jadinya.
Anak-anak tak pernah letih.
Tak pernah letih untuk bermain.
Penuh semangat.
Tiap hari main bola melewati batas pertandingan Internasional.
Pertandingan Internasionalpun waktu maksimalnya sampai adu penalti hanya 2 jam.

Tapi sekarang, aku tidak bisa kalau tidak tidur siang.
Kalau tidak tidur siang konsentrasiku hilang, sulit menangkap apa yang orang bicarakan.
Tidak peduli, rasa gelisah dan biasanya sampai migrain.
Tidur siang menjadi wajib bagiku.

Sekarang, bila bermain bola terlebih futsal yang membutuhkan banyak gerak karena lapangannya kecil, aku paling sanggup bermain selama 10 menit setelah itu minta diganti. Itu kalau latihan bareng teman-teman.
Kalau pertandingan sungguhan paling 3 sampai 5 menit aku sudah minta diganti. Kontras sekali dengan waktu masih anak-anak dulu. Dulu marah kalau diganti, sekarang tanpa dimintapun aku pasti minta diganti.

Kenapa bisa begitu ya?
Apa aku yang kurang olahraga?
Tapi aku tetap orahraga kok’ minimal sekali seminggu dengan bermain futsal, bola lapangan medium atau joging dengan jarak paling jauh 2 Km.
Ataukah memang fisk anak-anak itu lebih kuat dibanding orang dewasa?
Ataukah kapastitas paru-paru anak-anak itu lebih luas dibanding orang dewasa sehingga tarikan napasnya lebih panjang?
Ataukah karena anak-anak terpacu dengan keinginan untuk bermain sehingga mereka lebih semangat dan lelahnya terlupakan?

Bukan hanya diriku, aku juga melihat kebanyakan teman-teman mengalami hal yang sama?
Ada apa dengan kami? Entahlah, aku merasa anak-anak lebih kuat daripada orang dewasa.

No comments:

Post a Comment